Tampilkan postingan dengan label IMMANUEL F PAPARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMMANUEL F PAPARE. Tampilkan semua postingan

28 Nov 2024

Kampanye pembangunan Indonesia di Pasifik

Sumber Foto : RRI
November 2024, Kolonel (CKE) Immanuel Franthos Papare menjadi perwakilan Kementerian Pertahanan RI untuk mendukung kelancaran forum "Development in Indonesia: Lessons Learned from Papua and for the Pacific" bersama Duta Besar Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora sebagai wadah interaksi antara Indonesia dan Fiji dalam implementasi program pembangunan berkelanjutan di kawasan Pasifik

Dalam Forum tersebut, beliau menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam forum tersebut untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat Pasifik bahwa pembangunan berkelanjutan yang dialami indonesia telah memberikan perubahan signifikan pada standar masyarakat indonesia dalam mendukung ketahanan nasional serta menyampaikan hal ini sebagai bagian dari diplomasi pertahanan indonesia di kawasan Pasifik mengingat perlunya kehadiran indonesia sebagai negara yang mewakili kepentingan kawasan Pasifik dimana potensi besar yang dimiliki dalam melakukan diplomasi dengan negara-negara Pasifik notabene memiliki nilai strategis bagi kepentingan-kepentingan negara adidaya dalam memperluas hegemoninya dengan dasar eksplorasi sumber daya alam dan jalur perdagangan

Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora menyampaikan tujuan dari Pemerintah RI dalam penyelenggaraan forum ini untuk mempromosikan pencapaian pembangunan berkelanjutan dan kekayaan budaya lokal dari wilayah papua serta diharapkan menjadi inspirasi dalam pengembangan pemikiran baru terkait metode pembangunan berkelanjutan yang bisa diimplementasikan baik oleh indonesia maupun Fiji

Lenis Kogoya selaku Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua mengungkapkan bahwa forum ini menjadi media komunikasi antara pemerintah RI dan masyarakat papua untuk dalam kolaborasi pembangunan sosial komunitas melanesia yang ada di papua dan kawasan Pasifik

Memang sedari lama, Indonesia telah berupaya menyatakan kehadiran di kawasan Pasifik untuk melindungi kepentingan nasional dalam menjaga keutuhan wilayah teritorial indonesia khususnya bagian timur sebab indonesia. Sebelumnya Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan ke Pangkalan Udara Yohanis Kapiyau di Timika guna meninjau perkembangan sistem pertahanan di wilayah papua memberikan pengarahan kepada komandan dan prajurit satuan TNI yang bertugas di papua untuk senantiasa menyadari perlunya sinergitas untuk menciptakan ketahanan dan kedaulatan di papua terjaga dengan baik serta menyampaikan peran vital strategis wilayah papua dalam geopolitik bagi keberlangsungan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber Foto : Metro TV
Selain itu, Fiji sebagai pusat diplomasi indonesia di kawasan Pasifik dimana peran strategis yang dimiliki dalam pembentukan dialog kemitraan dengan negara-negara kawasan tersebut sebab situasi kondusif dan berdirinya perwakilan negara - negara Pasifik di Fiji menjadi keuntungan bagi indonesia dalam menyatakan eksistensi nya di kawasan Pasifik. Bukan tanpa sebab, Fiji juga merupakan anggota sekaligus tempat dari sekretariat Pasific Island Forum yang sebelumnya dibentuk sebagai organisasi negara Pasifik dalam kemitraan sosial ekonomi, budaya dan keamanan serta berkiprah dalam keanggotaan Melanesian Spearhead Groups yang merupakan organisasi komunitas etnis melanesia di Pasifik

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora kembali menegaskan bahwa perlu peningkatan dari kehadiran indonesia di kawasan Pasifik untuk menciptakan kesetaraan antara indonesia dan negara Pasifik yang dimana telah dilakukan dengan kolaborasi antara kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan ISFA (Indonesian Scholarship Fiji Alumni) dalam membentuk pusat kebudayaan Pasifik di Fiji dalam upaya pelestarian budaya etnis melanesia yang terancam punah oleh budaya barat telah memberikan kontribusi positif pada pembangunan Fiji melalui para alumnus ISFA yang memperluas jaringan masing-masing ke berbagai negara Pasifik saat ini.


Referensi :
Anugranov, D. (2024, December 4). Forum Indonesia-fiji Dorong Pembangunan berkelanjutan. Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id/internasional/1168921/forum-indonesia-fiji-dorong-pembangun an-berkelanjutan

Haryono, W. (2024, December 4). Forum dialog Pembangunan Papua: Dorong Pemahaman Dan Kerja Sama Di Pasifik. https://www.metrotvnews.com.


Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2024, November 22). Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. https://www.kemhan.go.id/2024/11/22/menhan-sjafrie-sjamsoeddin-berikan-briefin g-kepada-panglima-dan-komandan-satuan-tni-di-papua.html

Kurniawan, A. B. (2024, September 27). Fiji Jadi Pusat Diplomasi Indonesia di Kawasan Pasifik. kompas.id. https://www.kompas.id/baca/internasional/2024/09/27/fiji-jadi-pusat-diplomasi-indo nesia-di-kawasan-pasifik

24 Apr 2022

IMMANUEL F PAPARE

Yth. Perwira Tekad 94,


Informasi atau berita yang akan ditayangkan akan bersumber dari media online lainnya yang dipilih oleh admin.

Jika ada informasi atau berita yang ingin ditayangkan selain pilihan admin, Mohon informasi link atau bahan informasi dapat dikirim ke alamat email:

werving91@gmail.com



Salam hormat 


Sumber:


Info Update: 


Silahkan beri komentar

20 Jun 2020

Menjawab Isu Radikalisme Melalui ‘Komitmen NKRI di Tanah Papua’

 

LEAD.co.id | Isu radikalisme yang disuarakan oleh oknum-oknum pro kemerdekaan Papua terjawab melalui dialog bertema “Komitmen NKRI di Tanah Papua” yang diselenggarakan Forum Pemuda Ekonomi Bangsa (Formosa), didukung oleh Ikatan Alumni Universitas Pertahanan (Ikani Unhan) pada hari Senin (15/6/2020).

Kegiatan yang di moderatori oleh Mahasiswa Pascasarjana Unhan, M. Apriawan Repadjori dengan Narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang ini kemudian menyampaikan berbagai data dan argument terkait tema yang diusung.

Pembicara pertama, Letkol (Chb) Immanuel Franthos Papare, SE, M.Han yang merupakan TNI Asal Papua menjelaskan bahwa issu rasisme memang sering menjadi alat yang sangat baik untuk menimbulkan perpecahan.

 

”Padahal kalau kita melihat tidak hanya di Indonesia, issu rasisme juga terjadi hampir di seluruh dunia, dan bukan hanya suku di Papua, tapi semua suku bisa dimainkan dengan issu ini” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Immanuel juga menegaskan Masalah Papua, adalah masalah indonesia, sebab Papua menjadi barometer, maka sudah seyogyanya pemerintah hadir disana. Selain itu Kol. Immanuel juga mengungkapkan bahwa struktur yang ada dalam pemerintahan pusat juga masih sangat kurang yang berasal dari tanah Papua.

Sementara pembicara kedua berasal dari Akademisi UNHAN, Dr Supandi Halim, S.Sos., MM. Beliau menjelaskan pelbagai hal terkait pembangunan yang ada di Papua, terkhusus ditinjau dari sudut pandang ekonomi pertahanan. Menurutnya Kolaborasi Triple Helix antara Pemerintah, Pengusaha, dan Akademisi, menjadi kunci suksesnya suatu pembangunan.

 

“Pendekatan pembangunan ekonomi Pertahanan adalah Bagaimana SDN dapat dikelola dengan baik untuk kemakmuran, dengan konsep serasi selaras dan seimbang” ungkap Dr Supandi yang juga merupakan Sesprodi Ekonomi Pertahanan Unhan.

Kemudia pembicara ketiga dari Derektir Riseach Formosa, Yeldi S Adel, S.IP., M.Si. Beliau menegaskan bahwa pemerintah NKRI telah berkomien di tanah Papua, melalui data beliau bercerita mengenai Program-program yang sudah diupayakan Pemerintah demi kemakmuran mayarakat di Tanah Papua.

“Hal ini bisa dilihat dari program percepatan pembangunan infrastruktur, Program Beasiswa dalam bidang pendidikan, dan juga Program kesehatan oleh pemerintah saat ini” ungkapnya.

 

Walau begitu, menurut Yeldi Pembangunan yang dilakukan tetap harus dievaluasi, terutama pembangunan harus serasi dengan kebudayaan masyarakat yang ada di Papua.

Setelah pemaparan berlangsung moderator memberikan kesempatan kepada 3 orang peserta untuk bertanya. Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan ditutup oleh Sekjen DPP Formosa, Rafiq, SE.

 

 

Sumber : lead .co.id


 Info Update : 

Letkol (Chb) Immanuel Franthos Papare, SE, M.Han bertugas di Kemhan