8 Jun 2025
Supremasi Sipil: Harapan yang Belum Bisa Terwujud
11 Mei 2022
Warakawuri TNI-AD: Blog 94, Keren!
9 Mei 2022
Kenapa Memilih Blogger.com?
Blog adalah jenis website atau jurnal online yang memuat informasi terkait artikel, gambar, video, atau link serta menampilkan postingan terbaru.
Blog merupakan kependekan dari “Weblog” yang berarti salah satu jenis website atau jurnal online yang memuat tampilan informasi dari berbagai sumber serta memuat konten seperti artikel, teks, foto, video, dan link (tautan).
Blog adalah platform di mana seorang penulis atau sekelompok penulis berbagi pandangan dan opini tentang subjek tertentu. Blog bisa juga dibesut sebagai jurnal online, di mana situs web informasi ini menampilkan informasi dalam urutan kronologis terbalik, yaitu postingan terbaru akan muncul pertama dan di bagian atas.
Terdapat beberapa jenis situs untuk membuat blog, tetapi dua situs teratas yang dikenal untuk membuat blog adalah situs blogger.com dan wordpress.com. Situs-situs tersebut memberikan layanan gratis dan lengkap.
Setelah mengadakan perbandingan antara kedua situs tersebut, maka penulis mewakili tim admin akmil94.blogspot.com merasa "nyaman" untuk memilih menggunakan situs blogger.com.
Beberapa kelebihan situs blogger.com yang diantaranya juga dimiliki oleh situs lain untuk membuat blog gratis adalah:
1. Menyimpan tulisan dan foto dalam jangka waktu lama, tanpa takut hilang.
2. Tidak perlu mengingat waktu atau jadwal pembayaran rutin agar situs tetap aktif (karena blogger.com memberikan layanan gratis).
3. Walaupun terdapat beberapa kekurangan tetapi blogger.com lebih stabil dibandingkan situs sejenis lainnya khususnya ketika situs gagal diakses (down). Menggunakan blogger.com juga mudah dan bisa dilakukan oleh semua pengguna akun google, tanpa perlu membuat akun baru lagi.
4. Jika bertujuan untuk komersial atau untuk mencari jumlah pengunjung yang banyak (dari berbagai market target yang diharapkan) maka lebih baik menggunakan situs atau website lainnya seperti: Facebook, Instagram, Twitter dll.
Tetapi karena tujuan pembuatan situs akmil94.blogspot.com, adalah untuk menghimpun, merekam serta mendokumentasikan berbagai berita atau informasi tentang perwira lulusan Akmil tahun 1994 serta keluarga besarnya maka situs blogger.com lebih menjadi pilihan yang tepat (walaupun blogger.com juga dapat digunakan untuk tujuan komersial).
Demikian beberapa alasan kenapa penulis yang mewakili tim admin menggunakan blogger.com.
Demikian
Salam,
Penulis
KAI-Brantas,
antara Solo-Jakarta
(menggunakan hp & aplikasi android)
28 Jan 2013
Antara Dendam dan Loyalitas
Dari cerita diatas dapat dipelajari beberapa hal yang terjadi pada peristiwa itu sehingga kejadian ini dapat diambil hikmahnya agar dikemudian hari kejadian ini dapat menjadi contoh yang baik bagi para pemimpin. Beberapa hal atau faktor yang ikut mempengaruhi kejadian itu adalah sebagai berikut :
- Kepemimpinan Mayor Inf James Bond yang otoriter mengakibatkan Simarsono menjadi takut berbuat salah yang berlebihan,takut dimarahin dan akhirnya Simarsono tertekan apalagi Simarsono selalu berada di dekat Mayor Inf James Bond sebagai Tamudi Danyon. Kondisi ini membuat tekanan fisik dan bathin yang membuatnya semakin lelah dan mulai apatis. Semakin lama Simarsono tertekan hanya menunggu waktu untuk meledak
- Kondisi kebathinan anggota Batalyon Infanteri 007 lainnya juga mempengaruhi Simarsono. Sikap Mayor Inf James Bond yang temperamental ini bukan saja dirasakan oleh Simarsono seorang prajurit muda, tapi dirasakan juga oleh semua anggota Batalyon 007 yang bertugas di Papua atau yang ada di Home base di Jawa. Tentu saja dalam kesehariannya Simarsono mendengar atau turut dalam "ngobrol-ngobrol" yang membicarakan kejelekan pemimpin mereka, Mereka sebenarnya tidak benar-benar merasakan adanya pemimpin tapi seorang kejam yang mempunya pangkat yang lebih tinggi dan mereka harus patuh apalagi orang kejam itu adalah komandan mereka!.
- Situasi nasional saat itu juga mempengaruhi suasana kebathinan prajurit ketika itu. Pada tahun 1996, situasi di Jakarta mulai panas dengan adanya banyak demotrasi menutut adanya perubahan atau reformasi akibat situasi global dan ekonomi Indonesia ketika itu. Kondisi ini juga mempengaruhi suasana kebathinan prajurit dua Simarsono ketika itu.
- Waktu dan tempat yang jauh rumah orang tua. Adalah wajar jika seseorang yang jauh dari rumahnya akan mengalami "Home Sick" atau rindu rumah. Dari cerita diatas dapat dipelajari bahwa waktu yang lama di daerah operasi turut mempengaruhi jiwa anak muda ini. Seorang Prajurit dua seperti Simarsono ini relative masih muda dan mungkin saja baru pertama kali ikut dalam tugas operasi militer di daerah luar Jawa. Mungkin saja, biasanya Simarsono bisa pulang ke rumahnya atau bisa saja dia bisa refreshing dengan teman-temannya di Jawa. Apalagi ditambah dengan suasana yang menekan dibawah kepemimpinan yang otoriter. Semua itu mempengaruhi Prada Simarsono.
- Jiwa muda dan Idealis yang kontradiktif. Jika dipelajari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Simarsono adalah seorang yang idealis. Jiwa idealis akan mempengaruhi sikap dan tindakannya. Itulah sebabnya Simarsono terpilih menjadi tamudi Danyon. Supir seorang Danyon biasanya adalah seorang yang terpilih atau setidak-tidaknya tamudi terbaik yang dimiliki oleh Batalyon itu. Tetapi terjadi pemberontakan atau konflik dalam bathin prajurit ini. Ya bagaimanapun juga, seseorang yang pantas dihormati adalah seseorang yang bersikap bijak dan melindungi atau kebapakan. Sementara itu dia berhadapan dengan seorang komandan yang sulit untuk dihormati dengan tulus. Yang terjadi adalah apatis dan melakukan semua perintah dengan disiplin mati saja. Di sisi lain Simarsono adalah seorang yang idealis sementara itu di sisi lain juga sikap pemimpin yang otoriter membuatnya sulit untuk ikhlas melakukan perintah.
HARAPAN
27 Jan 2013
Kerja Adalah Kehormatan
![]() |
| Kerja keras |
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.
Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.
Penulis : Andrie Wongso
Silahkan beri komentar
1 Jan 2010
KTP Elektronik (eKTP), Keunggulan dan Permasalahannya
- Tidak akan ada lagi orang/penduduk yang memiliki lebih dari 1 (satu) KTP walaupun berganti nama ataupun pindah di daerah lain. Maksudnya jika seseorang telah memiliki eKTP atau telah melakukan perekaman data eKTP di Kota Kendari, dan selanjutnya ia pindah lagi ke Kabupaten Muna untuk melakukan perekaman dan seterusnya mungkin pindah ke Papua, hanya sia-sia. eKTP yang ia akan miliki hanya di Kota Kendari dan tidak akan pernah mendapatkan eKTP di daerah lainnya.
- Dapat digunakan untuk menangkap dan mencegah terorisme. Karena hanya memiliki 1 KTP maka seseorang yang akan pindah di tempat lain tidak dapat pindah seenaknya sebab harus diketahui oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asal dan yang dituju. Kalau ia pindah tanpa surat pindah, ia tidak akan mendapatkan eKTP di tempat yang dituju. Selain itu, mungkin seorang teroris tidak melakukan perekaman data eKTP sehingga tidak memiliki eKTP, maka dengan mengadakan razia eKTP, teroris cepat akan tertangkap.
- Mempermudah identifikasi seseorang. Salah satu contoh adalah seseorang yang mengalami kecelakaan dan tidak dapat dikenali lagi begitu juga eKTP yang dimiliki orang tersebut tidak ditemukan, hanya dengan sidik jari yang bersangkutan dapat diketahui siapa orang tersebut dan dari mana asalnya. Contoh lain adalah jika sebuah rumah dimasuki pencuri melalui jendela dan di jendela tersebut meninggalkan jejak sidik jari, maka akan cepat diketahui siapa yang mencuri.
- Melindungi Kreditur dan mencegah korupsi. Maksudnya adalah jika seseorang memiliki hutang kepada orang lain atau bank, karena mungkin tidak dapat dilunasi dan akhirnya ia melarikan diri. Walaupun ia melarikan diri, ia dapat diketahui dimana ia berada atau pasti akan kembali lagi ke tempat asalnya karena urusan eKTP sebab ia tidak akan pernah memiliki eKTP di tempat lain. Seorang koruptor tidak akan bisa lari keluar negeri sebab penerbitan paspor akan berdasarkan pada data eKTP dan tidak dapat menggunakan paspor orang lain atau menggunakan nama orang lain, dan masih banyak lagi keunggulan lainnya.
- Terdapat kesalahan data penduduk. Dalam proses perekaman data eKTP, seorang operator akan mengonfirmasi kepada penduduk yang bersangkutan apakah datanya sudah benar atau belum dan selanjutnya proses perekaman dilanjutkan. Akan tetapi karena banyaknya orang atau karena perekaman hingga larut malam, maka penduduk yang direkam datanya tidak ditanya lagi atau ditanya tapi lupa menyuntingnya yang pada akhirnya data penduduk yang bersangkutan menjadi tidak sesuai dengan yang sebenarnya sehingga mengakibatkan data penduduk yang bersangkutan salah.
- Saat penduduk melakukan perekaman data di Kecamatan/Kelurahan/Mobile, data penduduk tidak ada dan ia disarankan untuk melakukan pembuatan Kartu Keluarga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang lokasinya sangat jauh dan akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
- eKTP yang sudah dicetak tidak diaktivasi. Perlu diketahui bahwa eKTP yang telah jadi harus diaktivasi di tempat dimana melakukan perekaman data. Proses aktivasi ini untuk melihat apakah data penduduk yang bersangkutan valid atau invalid. Validitas data penduduk dapat dibuktikan dengan sidik jari sebab jika yang melakukan sidik jari bukan pemilik yang sebenarnya maka eKTP tidak akan dapat diaktivasi. Kenyataan di lapangan ada beberapa masyarakat yang eKTP-nya tidak diaktivasi atau tidak aktif. Ada beberapa daerah saat pendistribusian eKTP, eKTP yang sudah jadi langsung diberikan kepada masyarakat dan nanti masyarakat sendiri yang pergi melakukan aktivasi sendiri, namun karena tempatnya jauh, masyarakat kemungkinan malas melakukan aktivasi eKTP. Selain itu, Kecamatan/Desa yang dilayani secara mobile mungkin eKTP-nya dibagikan tanpa melalui tahap aktivasi terlebih dahulu.
- Data eKTP Benar tapi foto pemilik tidak sesuai, eKTP tetap dibagikan.
- NIK Penduduk tidak sesuai dengan struktur NIK yang sebenarnya. Penulisan NIK aturannya mengikuti urutan berikut:
- Kode Propinsi
- Kode Kabupaten
- Kode Kecamatan
- Tanggal Lahir (kalau perempuan ditambah 40)
- Bulan Lahir
- Tahun Lahir (2 digit terakhir angka tahun)
- Nomor Urut menurut tanggal lahir, maksudnya seseorang yang lahir pada tanggal 18 Desember 1981 dan orang lain dalam kecamatan yang sama belum ada yang memiliki NIK, maka Nomor Urutnya adalah 0001. Jika yang bersangkutan berada di Sulawesi Tenggara (Kode: 74), Kabupaten Muna (Kode: 03), Kecamatan Kabangka (Kode:23), maka NIK yang bersangkutan adalah: 7403231812810001
- eKTP dapat diaktivasi tanpa Sidik Jari terlebih dahulu. Ada beberapa eKTP saat diaktivasi, menu verifikasi tidak muncul namun operator dapat melakukan aktivasi sebab menu aktivasi pada aplikasi dapat digunakan.
- eKTP saat dibaca dengan Card Reader menggunakan aplikasi versi lama misalnya aplikasi Benroller 2.2 tidak dapat terbaca, walaupun digeser, dibolak-balik, Komputer di restart, tetap tidak bisa terbaca, namun saat menggunakan aplikasi terbaru yakni Aplikasi Benroller 3.0, eKTP tersebut dapat dibaca oleh Card Reader dan eKTP dapat diaktivasi. Dikhawatirkan pada suatu saat nanti misalnya saat berurusan di Bank, eKTP tidak dapat terbaca oleh Card Reader Bank.
- Sebagian data penduduk pada eKTP terhapus. Saat eKTP akan dibagikan, ternyata biodata penduduk sebagian terhapus atau tidak tercetak akan tetapi data elektronik yang bersangkutan benar.
- Penduduk yang telah melakukan perekaman data eKTP di suatu tempat, tiba-tiba pindah ke tempat/daerah lain yang jaraknya sangat jauh. Salah satu contoh adalah seseorang yang telah melakukan perekaman data di salah Kecamatan di Kota Palu Sulawesi Tengah, sebelum eKTP-nya diterima, ia pindah di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Perlu dicatat bahwa biaya transportasi darat dan laut dari Palu ke Muna di atas Rp 200.000,-. Penduduk yang bersangkutan walaupun dapat melakukan perekaman data di salah satu Kecamatan di Kabupaten Muna sebab datanya ada, eKTP-nya tidak akan keluar (status duplicate), yang pada akhirnya ia harus kembali ke Kota Palu lagi untuk mengambil eKTP-nya dan mengurus Surat Pindah Tempat Tinggal dan seterusnya
- Masalah-masalah lain kemungkinan masih ada.



