Tampilkan postingan dengan label * M NASRULLAH NASUTION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label * M NASRULLAH NASUTION. Tampilkan semua postingan

5 Jan 2025

Brigjen TNI M.N.Nasution: Kisah Pengabdian & Kepemimpinan

sumber foto: malintang pos online

Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nasrullah Nasution adalah sosok yang penuh dedikasi, baik dalam tugas militer maupun kehidupan sehari-hari. Sebagai teman seangkatan di Akademi Militer (Akmil) tahun 1994, perjalanan panjang yang telah dilalui oleh Nasrullah sungguh menginspirasi banyak orang. Ia bukan hanya seorang prajurit yang tangguh, tetapi juga seorang pemimpin yang selalu memegang teguh nilai-nilai humanisme dalam setiap langkahnya.


Awal Perjalanan Karier yang Cemerlang

Setelah lulus dari Akmil pada tahun 1994 dengan kecabangan Infanteri, Nasrullah memulai kariernya dengan semangat dan tekad yang tinggi. Sebagai lulusan Akmil, tantangan berat dalam proses penggemblengan sudah pasti menjadi bagian dari perjalanan awalnya. Namun, Nasrullah sudah menunjukkan kecemerlangan sejak awal.

Jabatan pertamanya sebagai Pama di Brigade Infanteri I/Jaya Sakti pada tahun 1995 menandai awal dari perjalanan panjangnya. Di sini, ia mulai menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Tidak hanya soal kemampuan bertempur, tetapi juga dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama prajurit dan menjalin komunikasi yang efektif. Ketekunan dan komitmennya untuk terus belajar menjadi salah satu karakteristik yang terus terlihat dalam perjalanan kariernya.


Kepemimpinan yang Menginspirasi

Selama bertahun-tahun, Nasrullah terus mendaki jenjang karier dengan berbagai posisi yang menantang. Seperti halnya ketika ia dipercaya menjabat sebagai Danton dan Danki di Brigade Infanteri I/Jaya Sakti antara tahun 1995 hingga 2005. Jabatan tersebut memerlukan keberanian, kedisiplinan, dan kemampuan untuk mengelola pasukan dengan baik. Nasrullah menjalankan tugas-tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan ketulusan, yang menjadikannya sosok yang dihormati oleh anak buahnya.

Kemudian, pada periode 2005–2008, Nasrullah menjabat sebagai Wadan Intel Brigade Infanteri I/Jaya Sakti. Di sini, ia mulai memperlihatkan kemampuan intelijen yang luar biasa, menggabungkan insting militer yang tajam dengan strategi yang matang. Ia mengedepankan pentingnya koordinasi dan pengumpulan informasi yang akurat, serta menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak untuk menciptakan situasi yang kondusif.


Komitmen pada Kesejahteraan Prajurit

Salah satu sisi humanis yang paling kuat dari Nasrullah adalah komitmennya terhadap kesejahteraan prajurit. Ia bukan hanya seorang pemimpin yang mengutamakan kesuksesan misi, tetapi juga peduli dengan kondisi mental dan fisik pasukannya. Pada saat menjabat sebagai Danyon 614/Raja Pandita (2010–2012), ia berusaha memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan anggotanya, baik itu dalam bentuk pembinaan, fasilitas, maupun membangun ikatan emosional yang kuat di antara prajurit. Ia selalu berusaha menjadi contoh yang baik, baik di lapangan maupun dalam kehidupan pribadi.

Sebagai Dandim 0904/Tanah Grogot pada periode 2012–2014, Nasrullah juga memperlihatkan sisi humanisnya melalui pendekatan yang sangat menghargai keberagaman dan kebersamaan. Ia selalu memastikan bahwa setiap prajurit merasa dihargai dan diperhatikan, tidak hanya sebagai bagian dari institusi militer, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kehidupan dan keluarga. Baginya, kesejahteraan mental pasukan sama pentingnya dengan kemampuan tempur mereka.


Peran Besar di Bidang Intelijen

Karier Nasrullah dalam bidang intelijen menunjukkan betapa banyaknya kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sebagai Asintel Kasdam II/Sriwijaya (2015–2017), Komandan Pusdikintel Kodiklatad (2017–2020), hingga Waasintel Kaskogabwilhan II (2020–2021), Nasrullah terus berkembang sebagai seorang pemimpin yang cerdas dan visioner dalam dunia intelijen. Ia sering berbicara tentang pentingnya memahami dinamika sosial dan politik, serta bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan informasi dan etika dalam pengumpulan data.

Sebagai seorang pemimpin, Nasrullah selalu menekankan bahwa intelijen bukan hanya soal mengumpulkan informasi, tetapi juga soal menjaga kepercayaan dan menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat serta instansi terkait. Di sinilah sisi humanisnya kembali muncul. Dalam situasi yang penuh tantangan, ia tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, dan transparansi, bahkan saat harus menghadapi situasi yang penuh risiko.


Puncak Karier dan Dedikasi pada Bangsa

Puncak karier Nasrullah tercapai pada tahun 2025, ketika ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kabinda Sumatera Utara Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN. Ini adalah bukti nyata dari perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan kerja keras. Sebagai teman seangkatan, prestasi ini menjadi kebanggaan, bukan hanya karena kemampuan militernya yang luar biasa, tetapi juga karena integritas, etika, dan prinsip-prinsip moral yang selalu dijunjung tinggi sepanjang kariernya.

Nasrullah selalu dapat menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan kolega meskipun kariernya menuntutnya untuk sering berpindah tempat dan menjalani tugas-tugas yang sangat berat. Ia tahu bagaimana menjadi sosok yang bisa diandalkan dalam segala situasi, namun tetap menunjukkan sisi lembutnya sebagai suami dan ayah.


Kesimpulan: Sosok yang Menginspirasi

Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nasrullah Nasution adalah contoh nyata dari seorang prajurit yang tidak hanya handal dalam tugas, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan dan kemanusiaan. Perjalanan kariernya adalah cerminan dari semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi pada bangsa. Namun, yang paling mengesankan adalah kemampuannya untuk selalu menjadi pemimpin yang dekat dengan anak buahnya, menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap keputusan, dan tetap rendah hati meskipun sudah mencapai puncak karier. Perjalanan Nasrullah masih panjang, dan ia akan terus memberi inspirasi bagi banyak orang.


Silahkan beri komentar

22 Sep 2024

Peran Brigjen TNI Nasrullah Nasution dalam upaya Pembebasan Pilot Susi Air

Kapten Philip Mark Mehrtens
Brigjen TNI Nasrullah Nasution memiliki peran penting dalam upaya pembebasan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Brigjen Nasrullah terlibat dalam merancang strategi militer serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam operasi pembebasan. Selain operasi militer, pendekatan yang diambil juga melibatkan negosiasi dan upaya non-kekerasan agar pilot bisa dibebaskan dengan aman. Keterlibatan TNI, termasuk Brigjen Nasrullah, juga berfokus pada menjaga situasi keamanan di daerah tersebut agar tidak semakin memburuk, mengingat penyanderaan ini menjadi perhatian internasional.

Operasi yang dilakukan berada dalam kendali TNI bersama dengan kepolisian dan badan-badan terkait lainnya, dan mereka mencoba menyeimbangkan antara tekanan militer serta jalur diplomasi untuk mencapai pembebasan sandera. Meskipun upaya pembebasan ini penuh tantangan karena medan geografis yang sulit dan tingginya risiko keamanan, peran Brigjen Nasrullah Nasution sangat krusial dalam mengarahkan dan memastikan operasi berjalan sesuai prosedur yang berlaku

Sumber Info: Redaksi

Update Info:
Brigjen TNI Nasrullah Nasution menjabat Asintel Kaskogabwilhan III

14 Jan 2024

Brigjen TNI Muhammad Nasrullah Nasution, hadir Evaluasi bersama Unit Kerjasama Keimigrasian di Mimika Papua Tengah.

Sumber Foto: iNewsPapua
Komandan Pangkalan TNI AU Yohanis Kapiyau Timika (Danlanud Yku) Letkol Pnb Kamto Adi Saputra S.T., M.M.S., kedatangan Bpk. Silmy Karim, SE., M.E., M.B.A Direktur Jenderal Imigrasi RI (Dirjen Imigrasi RI) dan Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, S.H., M.M (Pangkogabwilhan III) beserta rombongan bertempat di Bandara Mozes Kilangin Timika Papua Tengah, Selasa (9/1/2024).

Kedatangan Dirjen Imigrasi dan Pangkogabwilhan III beserta rombongan dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja Evaluasi Perbatasan dan Penandatanganan Perjanjian Unit Kerjasama Keimigrasian (UKK) di distrik Tembagapura Kab. Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Adapun kedatangan dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia (GA635) Boieng 737-8UE/PK-GNH, dari Bandar Udara Sentani-Jayapura.

Dirjen Imigrasi RI, Pangkogabwilhan III beserta rombongan tiba di Terminal kedatangan di sambut dengan pemakaian Mahkota Papua / Tas Noken, dan Iring-iringan tarian adat Kamoro dari Lembaga Lapas IIB Kabupaten Mimika selanjutnya menuju Rimba Papua Hotel.

Hadir dalam penyambutan sebagai berikut Laksma TNI Supri Handono (Ir Kogabwilhan III), Brigjen TNI Muhammad Nasrullah Nasution (Asintel Kaskogabwilhan III), Kolonel Inf Angkat Purbadi (Dansatgas Pam Obvitnas PT.Freeport Indonesia) dan para pejabat forkopimda kabupaten Mimika.

Sumber: https://tni-au.mil.id/berita/detail/danlanud-yohanis-kapiyau-timika-sambut-kedatangan-dirjen-imigrasi-ri-dan-pangkogabwilhan-iii

Update Info:
Brigjen TNI M. Nasrulloh menjabat Asintel Kaskogabwilhan III

11 Jul 2021

2 Teroris Poso Tewas di Lembah Tokasa Dievakuasi Pakai Heli Super Puma

Merdeka.com - Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) Tricakti mendapatkan perkuatan Alutsista yakni satu unit pesawat udara Heli Super Puma. Bantuan itu datang dari Komando Operasi Angkatan Udara II (Koopsau II).

Nantinya, Heli Super Puma tersebut digunakan untuk mengevakuasi teroris MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Poso yang tewas dalam penyergapan di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sulteng pada Minggu (11/7) lalu.


"Setelah melakukan berbagai analisa dan diskusi yang panjang untuk mempercepat evakuasi dua jenazah tersebut, Pangkoopsgabsus Mayjen TNI Richard T.H Tampubolon melakukan koordinasi dengan Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo, untuk dapat memperkuat Alutsista yang dapat mempercepat pengangkatan jenazah dari dalam lembah di Pegunungan Tokasa," kata Wapangkoopsgabsus Brigjen TNI Rafael Granada Baay dalam keterangannya, Rabu (14/7).


"Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo kemudian memerintahkan Dansatgasud Kolonel Pnb Vincentius Endy H.P, untuk segera mengirimkan Heli Super Puma untuk membantu evakuasi jenazah teroris MIT dari TKP," sambungnya.


Kemudian, pada pukul 11.00 WITA, Heli Super Puma dengan Pilot Mayor Pnb Budiono itu landing di Kosatgas Tricakti lapangan Mayonif 714/SM Poso, dan langsung diambil short briefing yang dikoordinir Asops Koopsgabsus Tricakti Kolonel Inf Frans Yohanes Purba.


"Didampingi Asintel Kolonel Inf M. Nasrullah Nasution, Katim Analis Kolonel Inf Bosco Haryo Yunasto, Wadansatgassus Letkol Inf Romel J. Wardhana serta Pilot dan Crew Heli Super Puma dan Heli Caracal," jelasnya.


Selanjutnya, ia memberikan perintah operasi mekanisme evakuasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengangkatan jenazah.


"Semoga cuaca clear siang ini, sehingga jenazah segera bisa kita angkat dari landing zone darurat yang disiapkan tim evakuasi darat," tutupnya.


Sebelumnya, Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti Mayjen TNI Richard Tampubolon membeberkan, situasi saat kontak senjata antara timnya dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng.


Awalnya, Tim Tricakti yang dipimpin Lettu Inf David Manurung dari satuan Kopassus menyusup ke lokasi persembunyian dan camp teroris dengan mengandalkan unit kecil kekuatan lima orang. Mereka melewati medan sulit hingga hutan lebat.


Tim mengendus jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sampai dengan titik aman melakukan penyergapan.


"Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 WITA, tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 WITA," tutur Richard dalam keterangannya, Minggu (11/7).


Target Sedang Istirahat

Sekitar jarak 5 meter dari posisi pengintaian, Richard melanjutkan, camp teroris MIT terlihat meski samar lantaran kondisi cuaca gelap disertai hujan. Ada lima anggota kelompok MIT Poso yang sedang beristirahat.


Setelah yakin target yang diintai merupakan anggota MIT, tim langsung membuka tembakan demi melumpuhkan anggota kelompok MIT tersebut.


"Dalam peristiwa penyergapan pagi ini, ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) diduga ada juga yang melarikan diri," jelas dia.

 

Sumber: merdeka. com



Info Update: 
Kolonel Inf M. Nasrullah Nasution menjabat Paban III/Biddagri Sintel TNI