9 Sep 2025

Jejak Lurus Sang Penegak Disiplin

Leting 94 Pada Acara Syukuran 
Selasa, 9 September 2025, suasana di Mako Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) Jakarta terasa hangat sekaligus penuh khidmat. Hari ini menjadi momen penting bagi keluarga besar Akabri 1994, ketika salah satu alumninya, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, resmi mengemban amanah sebagai Komandan Puspomad.


Mayjen TNI Eka Wijaya Permana dan Istri 
Pria kelahiran 6 Januari 1970 ini bukanlah sosok baru di dunia kepolisian militer. Rekam jejak panjangnya mencerminkan dedikasi tanpa henti dalam menegakkan hukum militer dan menjaga marwah disiplin prajurit. Dari memimpin Detasemen Polisi Militer hingga menduduki berbagai posisi strategis seperti Danpomdam, Dirbin Idik Puspom TNI, hingga Wadanpuspomad, semuanya telah ditempuh dengan penuh tanggung jawab dan integritas.


Leting 94 Hadir 
Kini, tanggung jawab itu semakin besar. Sebagai Danpuspomad, Mayjen Eka diharapkan membawa semangat pembaruan, ketegasan, sekaligus keteladanan dalam menjaga disiplin prajurit TNI AD. Kehadirannya di pucuk pimpinan bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh rekan seangkatan Akabri 1994 yang terus berkiprah di berbagai medan pengabdian.


Hadir 
Selamat kepada Mayjen TNI Eka Wijaya Permana atas amanah baru sebagai Komandan Puspomad. 
Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin, serta senantiasa menorehkan prestasi demi kejayaan TNI dan Indonesia tercinta.



Silahkan beri komentar 

8 Sep 2025

Antara Gelar, AI, dan Perwira yang Dituding Lemah

Kolonel Inf A Suhendar 

Di era percepatan teknologi, kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dilema besar: antara menjadi alat bantu yang memudahkan atau ancaman yang menggerus kebanggaan manusia atas jerih payahnya.


Banyak orang yang menempuh pendidikan tinggi dengan susah payah merasa pencapaiannya “dikalahkan” oleh kecanggihan AI. Tak sedikit pula yang kemudian menuduh pengguna AI sebagai pihak yang “tidak mampu berpikir” dan hanya mengandalkan mesin. Pertanyaannya: untuk apa gelar tinggi jika akhirnya terjebak pada sikap meremehkan, bukan memanfaatkan teknologi demi kebermanfaatan?


Dua Kubu: Pengguna dan Penolak AI.  Fenomena ini setidaknya membelah masyarakat ke dalam dua kategori:
  1. Pengguna AI
    Mereka yang memandang AI sebagai alat bantu, bukan pengganti. AI dipakai untuk mempercepat analisis, merangkum informasi, bahkan menstimulasi ide-ide baru. Pengguna AI yang bijak tahu bahwa kecerdasan buatan hanyalah “mesin ketik super cepat” yang butuh manusia sebagai pengarah.

  2. Penolak AI
    Mereka yang menolak dengan alasan AI mengancam orisinalitas pikiran, meruntuhkan kebanggaan intelektual, atau sekadar dianggap sebagai “jalan pintas” yang mematikan daya juang. Bagi kelompok ini, AI adalah lawan, bukan kawan.


Perwira TNI dan Paradoks Akademik.   Contoh nyata ada di lingkungan para perwira TNI. Sehari-hari mereka berkutat dengan urusan strategis, operasi, hingga manajemen pasukan. Namun di sisi lain, tuntutan akademik tetap ada: menulis makalah, menyiapkan kajian strategis, atau merumuskan analisis kebijakan.

Di sinilah paradoks muncul. AI sebenarnya bisa membantu perwira TNI mempercepat kerja akademik, misalnya dengan menyusun kerangka tulisan, mengolah data, atau mengembangkan perspektif. Tapi ironisnya, ada stigma: perwira yang menggunakan AI dicap lemah, malas berpikir, bahkan tidak pantas menyandang predikat akademisi.


Padahal, bukankah tugas utama perwira adalah menjaga bangsa melalui strategi dan kepemimpinan nyata? Mengapa harus dipaksa menulis manual berjam-jam hanya demi menjaga ilusi “orisinalitas”?



Denial dan Ketakutan.   Penolakan terhadap AI di kalangan intelektual maupun perwira bisa dilihat dari tiga hal utama:
  • Menghilangkan kebanggaan pikiran
    Ada rasa takut bahwa hasil analisis yang dibantu AI bukan lagi “murni” miliknya, sehingga kebanggaan personal memudar.

  • Ancaman orisinalitas
    AI dianggap mencuri keaslian gagasan. Padahal, sejatinya AI hanya alat bantu—seperti halnya kalkulator bagi ahli matematika.

  • Menolak kebangkitan
    Ada pula kekhawatiran bahwa mereka yang dulu dianggap “terbelakang” bisa naik kelas berkat bantuan AI. Seakan-akan, AI meruntuhkan hierarki lama yang sudah mapan.


Jalan Tengah.   Alih-alih memperdebatkan, mungkin lebih bijak melihat AI sebagai bagian dari ekosistem kerja modern. Sama seperti perwira TNI memanfaatkan GPS, drone, atau perangkat komunikasi mutakhir, mengapa kecerdasan buatan tidak bisa dipandang sebagai senjata baru di ranah intelektual?

Sekolah tinggi dan gelar akademik bukanlah simbol untuk menolak teknologi, melainkan bekal agar mampu menggunakannya dengan bijak. Justru yang berbahaya adalah ketika manusia hanya sibuk menjaga gengsi, sementara dunia terus melaju bersama AI.


Penulis: Perwira Piket 


Silahkan beri komentar

Di Antara Framing, Tuduhan dan Pertaruhan Nama Besar

Sumber Foto Google 
Narasi yang Mengundang Guncangan. Kerusuhan Agustus 2025 membuka ruang baru bagi perang narasi. Di tengah riuh demonstrasi yang membakar jalanan Jakarta, Tempo kembali menjadi buah bibir. Sebuah video berdurasi 40 menit 57 detik beredar di YouTube dengan judul “Peran Tentara dan Pola Pelaku Kerusuhan Demonstrasi di Jakarta, ..Bocor Alus Politik.”

Video itu menuding keterlibatan TNI dalam kerusuhan. Tuduhan yang langsung menyedot perhatian, sekaligus memantik kontroversi. Pasalnya, di lapangan justru terlihat personel TNI membantu Polri: mengamati pergerakan massa, mengidentifikasi penyusup, hingga menahan eskalasi kerusuhan. Narasi darurat militer yang diselipkan dalam video itu pun terasa ganjil. "Tak mungkin Presiden dari latar TNI justru dikudeta dengan dalih darurat militer," ujar seorang analis politik yang enggan disebutkan namanya.


Jejak Dana Asing dan Pertanyaan Publik.  Kontroversi kian berlapis. Tak lama berselang, sebuah video pendek dua menit tiga puluh detik viral di TikTok dan WhatsApp. Isinya: klaim bahwa PT Info Media Digital, anak perusahaan Tempo, menerima pendanaan dari Media Development Investment Fund (MDIF) pada Juli 2024.

Pendanaan asing terhadap media bukan praktik baru. Namun, di Indonesia yang penuh sensitivitas geopolitik, kabar itu sontak memantik tanda tanya: benarkah framing Tempo soal TNI murni produk jurnalisme investigasi? Ataukah ada kepentingan eksternal yang menyusup lewat jalur pendanaan?

Potongan-potongan puzzle ini kian menarik setelah Sputnik, media Rusia, memberitakan adanya campur tangan asing dalam kerusuhan Indonesia. Benang merah yang terajut membuat sebagian pihak curiga: Tempo bukan hanya sekadar melaporkan, melainkan bagian dari operasi informasi.

Strategi Bertahan di Era Digital.  Tempo bukan pemain baru dalam industri pers. Sejak Orde Baru, majalah ini dikenal keras kepala menghadirkan laporan investigasi, meski harus berulang kali dibredel. Kini, di era digital, mereka menghadapi tantangan berbeda: bagaimana tetap relevan ketika ruang opini publik dibanjiri berita cepat, viral, dan sensasional.

Jawabannya, Tempo tampaknya memilih tetap tajam, bahkan bila harus memantik guncangan. “Berita yang biasa saja akan tenggelam,” kata seorang mantan redaktur Tempo. “Di zaman ini, hanya narasi yang mengguncang yang bisa bertahan.”


Kesimpulan: Nama Besar yang Dipertaruhkan.  Tempo, dengan segala reputasi dan sejarahnya, berada di persimpangan. Di satu sisi, mereka berjuang menjaga identitas sebagai media watchdog yang merdeka. Di sisi lain, tuduhan framing, jejak dana asing, dan pusaran narasi global menuntut mereka mempertaruhkan nama besar yang telah dibangun puluhan tahun.

Satu hal pasti: Tempo tetap berupaya menjaga eksistensinya, meski harus berdiri di tengah arus deras opini bebas yang bisa sewaktu-waktu mengguncang fondasi kepercayaan publik.




Silahkan beri komentar 

24 Agu 2025

Kolonel Kav Husnizon: Perwira Minang Usai Lemhannas, Menanti Penugasan Baru

Sumber foto: facebook
Kolonel Kav Husnizon, S.I.P., perwira lulusan Akademi Militer 1994 asal Minangkabau, baru saja merayakan ulang tahunnya. Momen itu menjadi penanda perjalanan panjang seorang perwira kavaleri yang telah mengabdikan dirinya dalam berbagai jabatan penting, dari staf strategis hingga komando teritorial. Kini, setelah menuntaskan pendidikan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI), ia ditempatkan sebagai Perwira Menengah (Pamen) di Denma Mabesad sembari menunggu penugasan baru.

Jejak Pengabdian Teritorial
Husnizon sebelumnya dikenal luas lewat kiprahnya di Sumatera Barat saat menjabat Kasiter Korem 032/Wirabraja. Ia menjadi motor penggerak program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di berbagai wilayah Sumbar. Di tangannya, TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas fisik, melainkan juga membangun semangat kebersamaan, meningkatkan ketahanan pangan, hingga mempererat sinergi TNI dengan rakyat. Kiprah itu berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Kasrem 041/Gamas (Bengkulu), di mana perannya menjangkau pembinaan prajurit, mendukung program pemerintah daerah, hingga kegiatan sosial masyarakat.

Pendidikan Strategis dan Perspektif Baru
Pengalaman panjang di lapangan semakin diperkaya ketika Husnizon menempuh pendidikan di Lemhannas RI. Pendidikan ini memberi perspektif komprehensif tentang dinamika global, nasional, dan regional, yang sangat penting bagi perwira TNI AD dalam merancang strategi pertahanan masa depan. Kini, statusnya sebagai Pamen Mabesad membuatnya siap ditempatkan di posisi strategis berikutnya, baik di dalam negeri maupun di forum pertahanan internasional.

Perwira dengan Jiwa Rakyat
Di balik kedisiplinannya sebagai prajurit kavaleri, Husnizon dikenal sebagai sosok perwira yang dekat dengan masyarakat. Ia selalu menekankan bahwa pertahanan negara bukan hanya soal kekuatan militer, tetapi juga membangun kekuatan sosial-ekonomi rakyat. Filosofi Minangkabau yang dipegangnya, “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang tegas namun penuh kearifan.

Kini, perjalanan Kolonel Kav Husnizon memasuki babak baru. Usai Lemhannas, ia menunggu amanah berikutnya dari TNI AD. Dengan pengalaman, kompetensi, dan rekam jejaknya, banyak pihak menaruh harapan bahwa langkah selanjutnya akan membawa kontribusi lebih besar, baik bagi TNI maupun bagi bangsa Indonesia.


Silahkan beri komentar

21 Agu 2025

Di Balik Suksesnya Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI

BRIGJEN TNI EDI SAPUTRA, S.I.P., M.HAN. 
KASKOGARTAP I/JAKARTA 
PASTIKAN KELANCARAN RANGKAIAN BIDANG UPACARA
HUT KE-80 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025

Jakarta – Komando Garnisun Tetap I/Jakarta dibawah pimpinan Kaskogartap I/Jakarta selaku Koordinator Bidang Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia memastikan seluruh rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 bidang upacara yang meliputi kegiatan Ziarah Nasional dan Renungan Suci, Kirab Pengantaran dan Pengembalian Duplikat Bendera Pusaka dan Naskah Teks Proklamasi, Upacara Detik-Detik Proklamasi serta Penurunan Sang Merah Putih berjalan aman, tertib, lancar dan khidmat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak bulan Juni 2025, Kogartap I/Jakarta dipimpin oleh Kaskogartap I/Jakarta telah menyiapkan berbagai tahapan penting, mulai dari proses seleksi calon Komandan Upacara, Komandan Kompi Paskibraka dan calon Pembawa Acara yang dipilih melalui seleksi dan standar yang ketat, hingga pembinaan serta pelatihan intensif Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), latihan gabungan yang melibatkan seluruh Pasukan Protokol dari TNI/Polri, Paspampres dan Paskibraka di Taman Wiladatika Cibubur juga digelar untuk menyatukan langkah dan gerakan, meningkatkan kekompakan antar pasukan, dan memastikan kesiapan seluruh pasukan personel yang terlibat dalam upacara HUT RI Tahun 2025.
Kaskogartap I/Jakarta Melaksanakan Tinjau Pasukan Protokol
Kogartap I/Jakarta Melaksanakan Seleksi Komandan Upacara

Pelaksanaan Latihan Gabungan di Taman Wiladatika Cibubur
Rangkaian kegiatan kenegaraan yang dilaksanakan oleh Kogartap I/Jakarta dilanjutkan dengan pelaksanaan Ziarah Nasional dan Renungan Suci yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata pada tanggal 17 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia serta pejabat negara lainnya. Pelaksanaan Ziarah Nasional dan Renungan Suci berlangsung dengan suasana khidmat diawali dengan peletakan karangan bunga di tugu Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata oleh Presiden Republik Indonesia sebagai wujud penghormatan kepada jasa para Pahlawan Kusuma Bangsa.
Pelaksanaan Ziarah Nasional dan Renungan Suci
Rangkaian kegiatan juga melaksanakan tradisi sacral berupa Kirab Pengantaran dan Pengembalian Duplikat Bendera Pusaka serta Naskah Teks Proklamasi yang menjadi bagian penting dan dikawal melalui prosesi Kirab secara ketat oleh Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han. Dengan rute Kirab dari Cawan Monas menuju Istana Merdeka yang dibawa oleh Purna Paskibraka Tahun 2024 dan Paspampres dengan pengawalan 45 Sepeda Motor Polisi Militer, Drumband Militer Taruna TNI/Polri, Kereta Kencana yang dikawal oleh 113 ekor kuda pilihan, 76 Pasukan Kerajaan Nusantara dan diikuti oleh penampilan kendaraan Maung PT Pindad.
Pelaksanaan Kirab Duplikat Bendera Pusaka dan Naskah Teks Proklamasi
Puncak acara, yakni Upacara Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka, berlangsung khidmat dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka. Seluruh rangkaian ditutup dengan Upacara Penurunan Sang Merah Putih dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto.
Kaskogartap I/Jakarta melaksanakan laporan kepada Presiden RI
Kogartap I/Jakarta dibawah pimpinan Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Edi Saputra melaksanakan komitmennya dalam menyelenggarakan tanggung jawab rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 sehingga rangkaikan kegiatan berjalan dengan lancar, penuh makna, menggugah semangat nasionalisme dan berwibawa sesuai dengan motto kemerdekaan tahun 2025 yakni, Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.


MERDEKA !


Catatan Redaksi:
Berita dan gambar serta layout yang dimuat disini adalah kiriman langsung Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han, tanggal 21 Agustus 2025 pukul 10.13 WIB, kepada kami.




Silahkan beri komentar



20 Agu 2025

Ucapan Selamat Atas Jabatan Baru Para Perwira Akabri 1994

Perjalanan panjang pengabdian para perwira lulusan Akabri 1994 terus berbuah prestasi gemilang. Dengan kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang tidak pernah luntur, banyak di antara mereka kini dipercaya mengemban amanah baru di berbagai jabatan strategis TNI maupun Kementerian Pertahanan. Jabatan ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Berikut ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik maupun dimutasi ke posisi baru:


Mayjen TNI Eka Wijaya Permana (Danpuspomad)

Selamat atas amanah sebagai Danpuspomad, semoga Bapak selalu diberi kekuatan dalam menjaga kehormatan dan disiplin prajurit TNI AD.


Mayjen TNI Rudi Puruwito
(Aslog Panglima TNI)
Selamat atas jabatan baru sebagai Aslog Panglima TNI, semoga sukses mendukung kesiapan logistik demi kokohnya pertahanan negara.

Mayjen TNI Robi Herbawan (Kabainfokomintelhan Kemhan)
Selamat dan sukses atas kepercayaan sebagai Kabainfokomintelhan Kemhan, semoga mampu membawa inovasi dalam sistem informasi dan intelijen pertahanan.

Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun (Wadansesko TNI)
Selamat atas penugasan sebagai Wadansesko TNI, semoga mampu meningkatkan kualitas pendidikan strategis bagi para perwira TNI.

Brigjen TNI Aminton Manurung
(Asops Kasad)
Selamat atas jabatan sebagai Asops Kasad, semoga Bapak sukses memimpin operasi Angkatan Darat dengan profesional dan penuh dedikasi.

Brigjen TNI Arif Hartoto 
(Kapusbekangad)
Selamat dan sukses atas amanah sebagai Kapusbekangad, semoga terus memberi kontribusi terbaik dalam mendukung logistik dan perbekalan TNI AD.

Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya 
(Kasdam I/BB)
Selamat atas jabatan baru sebagai Kasdam I/BB, semoga Bapak senantiasa mengemban tugas dengan bijak dan membawa kemajuan di wilayah Sumatera Utara.

Brigjen TNI Edi Saputra 
(Danrem 064/MY Banten)
Selamat atas kepercayaan sebagai Danrem 064/MY, semoga Bapak semakin sukses menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Banten.

Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo (Kasdam XIX/Imam Bonjol)
Selamat atas jabatan Kasdam XIX/Imam Bonjol, semoga Bapak terus memberikan kepemimpinan terbaik bagi prajurit di Sumatera Barat.

Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko 
(Irdam XXIV/Mandala Trikora)
Selamat atas penugasan sebagai Irdam XXIV/Mandala Trikora, semoga amanah ini membawa kebaikan bagi pengawasan dan pembinaan di Papua.

Brigjen TNI Andi Tjawardi 
(Pa Sahli Tk II Kasad Bid Diplomil dan Kersin)
Selamat atas jabatan sebagai Pa Sahli Tk II Kasad, semoga Bapak sukses memperkuat diplomasi militer dan kerja sama internasional TNI AD.

Brigjen TNI Eko Hariyanto 
(Waasrena Kasad Bid Dal dan Jemen)
Selamat atas amanah sebagai Waasrena Kasad, semoga perencanaan dan manajemen Angkatan Darat semakin efektif dan modern.

Brigjen TNI Sugeng Haryadi Yogo Pranowo (Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan)
Selamat atas jabatan sebagai Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan, semoga Bapak sukses dalam meningkatkan kualitas material pertahanan Indonesia.

Brigjen TNI Indra Gumay Fitri 
(Ir Puskomlekad)
Selamat atas amanah sebagai Ir Puskomlekad, semoga Bapak sukses menjaga integritas serta pengawasan bidang komunikasi dan elektronika.

Brigjen TNI Anjas Asmara 
(Ir Puspalad)
Selamat atas penugasan sebagai Ir Puspalad, semoga Bapak selalu membawa ketelitian dan integritas dalam setiap pengawasan di bidang peralatan.

Kolonel Inf Hendri Wijaya 
(Kapuskodalops TNI)
Selamat atas jabatan sebagai Kapuskodalops TNI, semoga Bapak senantiasa sukses memimpin koordinasi operasi gabungan TNI.

Kolonel Inf Tri Haksoro 
(Pa Sahli Tk II Kasad Bid Ekonomi)
Selamat atas amanah sebagai Pa Sahli Tk II Kasad, semoga Bapak mampu memberi kontribusi besar dalam bidang ekonomi pertahanan nasional.


Selamat dan sukses untuk seluruh perwira Akabri 1994 yang mendapatkan amanah baru. Semoga jabatan ini menjadi ladang pengabdian yang semakin bermakna, membawa kebaikan bagi organisasi TNI, serta menguatkan peran Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa. Kebanggaan ini tidak hanya milik pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar Akabri 1994 yang terus solid, kompak, dan selalu berkontribusi untuk negeri tercinta.



Silahkan beri komentar

19 Agu 2025

Dwi Endro Sasongko: Pengawal Integritas Akmil

Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko
Sumber Foto: Youtube

Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko, S.Sos., M.I.P., lahir 6 November 1972 dan merupakan lulusan Akademi Militer 1994 dari kecabangan Infanteri. Ia meniti karier dari bawah dengan berbagai penugasan di satuan tempur hingga staf strategis, sebelum dipercaya menduduki kursi penting sebagai Inspektur Kodam XIV/Hasanuddin, kemudian Inspektur Pussenif, dan sejak Februari 2025 menjabat sebagai Inspektur Akmil. Setiap jabatan yang diemban memperlihatkan kepiawaiannya dalam pembinaan organisasi dan pengawasan.


Pengawas Disiplin dan Teladan Taruna

Sebagai Inspektur Akmil, Dwi Endro berperan memastikan pendidikan taruna berjalan sesuai standar tinggi TNI AD. Baginya, pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas lembaga. Ia kerap mengingatkan taruna tentang arti disiplin, kejujuran, serta semangat kebangsaan, karena seorang perwira harus tangguh secara fisik, cerdas secara intelektual, dan bersih secara moral.


Kiprahnya memperlihatkan sinergi antara pengalaman lapangan dan latar akademis. Dengan gelar Magister Ilmu Pemerintahan, ia mampu melihat persoalan pertahanan dari sudut pandang luas, termasuk dimensi sosial dan politik. Hal ini menjadikannya teladan bagi generasi muda TNI AD, khususnya taruna yang ditempa di kampus Magelang.


Sebagai bagian dari Akmil 94, Dwi Endro tumbuh bersama rekan-rekannya yang kini banyak menduduki posisi penting di TNI. Generasi ini dikenal ditempa pada masa transisi—dari era tanpa teknologi digital hingga era militer modern—membentuk karakter kuat dan adaptif terhadap perubahan.


Hari ini, Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko bukan hanya seorang jenderal bintang satu, melainkan penjaga kehormatan Akmil. Ia memastikan setiap lulusan taruna tetap tangguh, bermoral, dan siap mengabdi pada bangsa. Dari posisinya sebagai pengawas utama, ia berperan penting menjaga kualitas perwira masa depan TNI AD sekaligus mengawal kehormatan institusi pendidikan militer kebanggaan Indonesia.



Silahkan beri komentar

Aminton Manurung, Perwira 94 di Kursi Asops Kasad

Sumber foto: Google
Dari taruna Akademi Militer tahun 1994 hingga kini menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad), perjalanan Mayjen TNI Aminton Manurung adalah cermin pengabdian panjang seorang prajurit.

Lahir 15 Januari 1971 dan masuk kecabangan Infanteri, Aminton ditempa di banyak satuan penting. Ia pernah menjadi Dandim 0736/Batang, Kasbrigif 6/Trisakti Balajaya, hingga Asops Divif 2/Kostrad. Jejaknya juga mengalir ke wilayah Sumatra sebagai Asops Kodam I/Bukit Barisan, lalu mendidik prajurit di Rindam XIII/Merdeka.


Kariernya terus naik, dipercaya menjabat Danrem 151/Binaiya di Maluku, sebelum akhirnya menjadi Kasdam II/Sriwijaya pada April 2024. Semua pengalaman itu kini bermuara ke jabatan strategis: Asops Kasad.


Posisi Asops Kasad bukan jabatan biasa. Dari kursi ini, konsep operasi dan latihan TNI AD dirancang, dikendalikan, dan diawasi. Singkatnya, inilah jantung perencanaan operasi Angkatan Darat.


Sebagai lulusan Akmil 94, Aminton adalah bagian dari generasi yang ditempa di era tanpa gadget namun kini harus memimpin di tengah dunia digital. Dengan pengalamannya di medan operasi, pendidikan, dan staf pusat, ia membawa harapan besar untuk menjaga kesiapsiagaan TNI AD menghadapi tantangan zaman.



Silahkan beri komentar